Senin, 29 Juni 2015

Pindah ( Menjemput takdir selanjutnya)

       Empat tahun sudah menjelajah pulau ini, banyak tempat yang sudah saya kunjungi, banyak cerita yang telah saya tulis disini. Mungkin esok atau lusa hanya akan menjadi cerita usang yang tak dihiraukan.
Bali, banyak orang diluar sana yang memimpikan untuk pergi ke Bali tidak terkecuali saya.
Dahulu sebelum lulus sekolah saya pengen sekali pergi ke Bali tapi karna kondisi keuangan keluarga saya yang waktu itu masih kurang terpaksa niat itu terpendam dan hanya menjadi mimpi kecil bagi saya untuk sampai kesana.
Setelah lulus sekolah aku langsung mencoba mencari keberuntungan melamar kerja, melamar dimana-mana kebanyakan di tolak karna hanya bermodal ijazah SMA saja, kalau mau diterima kerja harus bayar dulu.. Dasarr... Indonesiaaaa...!!
Alhamdulillah berkat campur tangan Tuhan akhirnya saya mendapatkan pekerjaan juga.
Banyuwangi, iya dikota itu saya pertama bekerja dan itu lebih mendekatkanku dengan Bali.
Melihat Bali dari pantai Banyuwangi sudah cukup membuatku semangat bekerja untuk bisa segera liburan ke Bali.
       Tiga tahun sudah tak terasa dan aku belum bisa liburan ke Bali,mungkin karna aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku yang hampir tidak ada libur. Tapi Bali masih tetap ada dalam kotak istimewa daftar tempat yang harus saya kunjungi.
Sampai pada suatu masa akhirnya ada jembatan yang bisa menghubungkan saya untuk pergi ke Bali.
Dan dia adalah teman kecilku yang menjadi jembatan saya untuk sampai ke Bali, dia menawariku untuk bekerja dikantornya.
Kesempatan datang pada mereka yang beruntung dan siap mengambil kesempatan itu.
Tawaran ini tidak aku sia-siakan, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki ini di pulau Bali bahkan lebih dari sekedar liburan.
Sampai detik ini 29-juni-2015 saya masih di Bali. Empat tahun sudah berlalu pulau ini menyimpan banyak kenangan.
Aku menulis ini karna akan pergi meniggalkan pulau ini dan untuk mengunjungi kota impianku selanjutnya yang hampir sirna dimakan sang waktu.
Suatu kota metropolitan yang lebih dekat dengan kampung halaman,Surabaya.
Kota yang sempat masuk dalam daftar kota yang harus dikunjungi tapi hampir sirna,tiba-tiba saja kini kota itu mencul ke permukaan dan menjadi nyata.
Sebenarnya aku biasa saja dengan kota ini, yang membuatku istimewa dengan kota ini dahulu adalah kekasihku yang kini hanya tinggal cerita. Dan kota itu tak pernah aku mimpikan lagi.
Sampai suatu masa 22-juli-2015 saya harus pindah ke kota tersebut.
Untuk menulis sisa hidup saya yang entah sampai kapan. Tapi bukan dengan kekasihku dahulu melainkan dengan seorang wanita yang dengan tulus mencintai saya, dia adalah istriku.
Surabayaaaaaa,,,,, aku datang, sambutlah aku....!!
Akan aku tulis cerita indahku disana bersama istri tercinta.