Minggu, 10 Agustus 2014

Jika itu Salah, beritahu aku..!!

Suara burung sudah mulai terdengar kembali tanda hari sudah pagi.
Dering bunyi ponsel membangunkanku dari mimpi-mimpi malam dan harus menerima kenyataan bahwa hari adalah Senin.
Walau bunyi ponsel pagi hari selalu kudengar dan selalu membangunkanku, mengingatkanku untuk segera bangun dan solat subuh. Iya itu adalah bunyi ponselku saat dia menelponku, iya dia Ai.
Pagi ini seperti ada yang beda, iya suaranya agak parau, gelisah resah tapi aku mencoba untuk mencairkan suasana dengan bersikap seperti biasa manja padanya.
Benar dia tidak seperti biasanya ada yang di sembunyikan dariku.
Dan seperti biasa wanita selalu bilang "tidak apa-apa walau sebenarnya ada apa-apa". Iya mereka selalu ingin menyuruh kita mengerti masalahnya tanpa mereka bercerita kepada kita. Emang kita siapa..?? Dukun, paranormal atau sejenisnya yang bisa membaca pikiran orang lain. Bukan sayang, aku tidak bisa membaca pikiranmu, masalahmu kalau kalian tidak cerita pada kami.
Setelah aku tanya berulang kali baru dia bercerita bahwa dia telah membaca tulisanku sebelumnya.
Iya dia kecewa dengan tulisanku yang aku tulis semalam, dia menangis, dia bilang kenapa aku baru jujur sekarang katanya. What is wrong..??
Benar, kemarin aku menuliskan bahwa aku terkadang merindukan masalaluku bersama mantanku tapi bukan berarti aku mencintainya dan ingin kembali padanya. Rindu ini bukan seperti apa yang dia pikirkan. Tapi rindu ini aku tidak bisa menuliskannya seperti apa. Tapi aku akan gambarkan rinduku ini dengan masalaluku seperti apa. Rinduku itu seperti ini " Ibarat seorang remaja dewasa yang ingin melihat album-albumnya diwaktu kecil seperti apa dia dahulu ", iya seperti itulah rinduku dengan masalaluku. Apa aku salah jika ingin melihat album-album masalaluku..???
Tapi jika ini salah, aku mohon beritahu aku, apa aku perlu membakarnya atau biarkan saja itu di tempatnya paling bawah.
Aku takkan membawanya ke kehidupanku sekarang dan seterusnya. Masalaluku adalah album kenangan bukan untuk di ulang ataupun dibuang. Biarlah semua menjadi kenangan.
Tapi dia mengira bahwa aku masih mencintai kekasihku yang dahulu. Dan itu membuatnya sedih dan menangis di pagi ini, dan semalam dia tidak bisa tidur memikirkan itu semua.
Saat dia menangis dan marah itu dua hal yang tidak bisa aku lihat.
Saat  dia menangis saat itu pula aku merasa sakit dihati ini, Dan saat dia marah satu hal yang aku takut, aku takut kehilangannya karna telah membuatnya marah. Dua hal itu yang membuatku lemah terhadapnya.
Sejujurnya rasa itu tak pernah aku rasakan saat bersama mantan kekasihku dahulu.
Aku adalah orang yang egois, cuek saat aku dimarahi aku bisa ikut memarahi yang memarahiku kecuali dia aku tak bisa memarahinya saat dia memarahiku.