Selasa, 23 Februari 2016

MERAYU TUHAN "katanya"



MERAYU TUHAN
Tiada niat sedikitpun untuk meragukanmu
Tiada keberanian secuilpun untuk menantangmu
Karna aku adalah hambamu, pemujamu

Kau Maha Mengetahui segalanya
Meskipun tak aku ucapakan lewat bahasa

Bahasa adalah anugerah yang kau berikan pada kami, manusia
Tanpa kata dan bahasa pelembut hati, Engkau pasti sudah mengerti

Kau tak butuh hamba tapi kamilah yang menghamba
Kau Maha Memaksa ( Al qahhar ), bukan kami..
Tapi terkadang sifat kami sama sepertimu
Memaksa, Memerintah, Menetapkan mana yang ke surga mana ke neraka
Menghinakan dan Merendahkan sesama
Bukankah itu semua hak Mu..??

Jadi tolong maafkan jika aku sepertimu
Aku yakin Engkau Maha Pemaaf

Banyak orang Memujamu, Merayumu dengan bahasa pelembut hati
Kau beri mereka, Lalu mereka pergi…
Banyak orang mengajariku meminta padamu dengan bahasa hamba
Kau beri mereka, Lalu mereka lupa…

Kau tak perlu bahasa hamba ataupun bahasa pelembut hati untuk memberi
Karna itu Engkau disebut Maha Adil
Karna Kau Maha Pengasih dan Penyayang
Maha Penguasa dan Maha Esa
Maha Memelihara ( al wakiil ), Meskipun aku tak meminta…